| Suasana Safari Berkisah bersama Kak Fatin dan Boneka Fatan dalam kegiatan Semarak Muharram 1448 H di Masjid Al Akbar, Jetis, Mojokerto. (Foto: Istimewa) |
Oleh: Tri Febriandi Amrulloh, M.Ag (Da'i Digital LDK PP Muhammadiyah)
MOJOKERTO – Suasana Masjid Al Akbar, Desa
Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tampak lebih semarak dari
biasanya pada Sabtu (20/6/2026). Puluhan anak usia PAUD hingga sekolah dasar
memenuhi area masjid untuk mengikuti kegiatan bertajuk Generasi Hebat Cinta
Masjid yang digelar dalam rangka Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi
Takmir Masjid Al-Furqon dan Takmir Masjid Al Akbar tersebut diikuti sekitar 60
anak dari berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Jetis. Melalui pendekatan yang
menyenangkan dan edukatif, panitia berupaya menghadirkan pengalaman positif
bagi anak-anak agar tumbuh kecintaan terhadap masjid sejak usia dini.
Rangkaian acara dimulai dengan
pelaksanaan shalat Ashar berjamaah. Sejak sore hari, para peserta tampak
berdatangan bersama orang tua masing-masing. Keceriaan terlihat ketika mereka
berkumpul, berkenalan, dan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan
panitia.
Usai shalat berjamaah, acara dilanjutkan
dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Ketua Takmir
Masjid Al Akbar selaku tuan rumah, penampilan badut edukatif, hingga sesi utama
berupa Safari Berkisah bersama Kak Fatin dan Boneka Fatan dari Sidoarjo.
Kehadiran Kak Fatin dan Boneka Fatan
berhasil mencairkan suasana. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi
yang berlangsung interaktif. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak gembira
beberapa kali terdengar ketika Boneka Fatan mengajak peserta berdialog serta
menjawab berbagai pertanyaan ringan yang disampaikan dengan gaya khas dunia
anak.
Melalui media dongeng, sejumlah pesan
keislaman disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak diajak
mengenal pentingnya mencintai masjid, menghormati orang tua, menjaga adab,
membiasakan shalat berjamaah, serta membangun kebiasaan baik dalam kehidupan
sehari-hari.
Panitia memilih metode dongeng karena
dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai agama kepada anak usia dini.
Pendekatan tersebut memungkinkan pesan-pesan dakwah diterima secara
menyenangkan tanpa menimbulkan kesan menggurui.
Ketua Panitia yang juga Ketua Takmir
Masjid Al Akbar, Firman Ananta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian
dari ikhtiar menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan yang ramah bagi
anak-anak.
Menurutnya, fungsi masjid tidak terbatas
sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pembentukan
karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi penerus.
“Anak-anak perlu memiliki pengalaman yang
menyenangkan bersama masjid. Ketika sejak kecil mereka merasa bahagia berada di
masjid, maka akan tumbuh kedekatan emosional dan spiritual yang kuat dengan
rumah Allah,” ujarnya.
Momentum Tahun Baru Islam, lanjutnya,
menjadi kesempatan yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam membangun
generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap
kehidupan masjid.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid
Al-Furqon, Tri Febriandi Amrulloh, yang menjadi salah satu penggagas kegiatan
Semarak Muharram di lingkungan PCM Jetis Mojokerto, menyampaikan bahwa acara
tersebut merupakan bagian dari rangkaian syiar Islam dan penguatan dakwah
Muhammadiyah di wilayah Jetis.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari Semarak
Muharram sekaligus menyambut pengajian umum Ahad pagi perdana di lingkungan PCM
Jetis. Harapannya, syiar Muhammadiyah semakin hidup dan memberikan manfaat yang
luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, pembinaan anak melalui
kegiatan yang menyenangkan perlu menjadi perhatian bersama di tengah
perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kehadiran berbagai platform
digital memang memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan
tersendiri bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Karena itu, kolaborasi antara keluarga,
masjid, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyiapkan generasi yang
kuat secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Selain mendapatkan materi dongeng Islami,
para peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung yang menambah
semangat mengikuti kegiatan hingga selesai. Setiap anak mendapatkan snack
gratis, sementara sejumlah doorprize dibagikan sebagai bentuk apresiasi dan
penyemangat bagi peserta.
Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika
anak-anak saling berinteraksi dan bermain bersama. Banyak peserta yang berasal
dari lingkungan berbeda sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana
memperluas pertemanan dan mempererat ukhuwah sejak usia dini.
Apresiasi juga datang dari para orang tua
yang turut mendampingi putra-putri mereka. Mereka menilai kegiatan semacam ini
sangat dibutuhkan sebagai alternatif aktivitas positif selama masa liburan
sekolah.
Salah seorang wali peserta mengungkapkan
bahwa anak-anak saat ini memerlukan lebih banyak kegiatan yang mampu memadukan
unsur hiburan dan pendidikan agama secara seimbang. Menurutnya, program yang
diselenggarakan di lingkungan masjid dapat menjadi sarana efektif untuk
mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan permainan digital.
Harapan agar kegiatan serupa dapat
dilaksanakan secara berkelanjutan juga disampaikan oleh sejumlah orang tua.
Dengan tema yang beragam dan konsep yang menarik, masjid dinilai dapat menjadi
ruang tumbuh yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Takmir Masjid
Al-Furqon dan Takmir Masjid Al Akbar ingin menegaskan bahwa upaya memakmurkan
masjid tidak hanya dilakukan dengan menghadirkan jamaah dewasa, tetapi juga
dengan menumbuhkan kedekatan anak-anak terhadap masjid sejak dini.
Pendekatan yang kreatif, edukatif, dan
menggembirakan menjadi salah satu strategi penting dalam membangun hubungan
positif antara generasi muda dengan lingkungan masjid. Dari masjid yang hidup
dan dicintai anak-anak, diharapkan lahir generasi yang berakhlak, berilmu,
serta memiliki komitmen untuk melanjutkan estafet dakwah dan pembangunan umat.
Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini
menjadi bukti bahwa dakwah kepada anak-anak dapat dilakukan dengan cara yang
menyenangkan tanpa mengurangi substansi nilai-nilai Islam yang ingin
ditanamkan. Dari langkah-langkah sederhana seperti inilah kecintaan terhadap
masjid dapat tumbuh, berkembang, dan pada akhirnya melahirkan generasi yang
tercerahkan serta berkontribusi dalam mewujudkan peradaban Islam yang
berkemajuan.